POTENSI PARIWISATA

Hamparan indah pantai Kalaki ternyata menyimpan kisah dan peristiwa di masa silam. La Kalaki adalah seorang pemuda yang ulet hidup di kebun bersama kedua orang tuanya. Rato adalah bangsawan Bima dengan Mboda, pesuruh Rato yang jujur dan taat padanya.Kisah La Kalaki berawal ketika Rato membohongi Kalaki yang sedang memanjat pohon kelapa di kebunnya. Rato mengatakan jika Kalaki memanjat sampai puncak, maka bapaknya yang akan meninggal.Jika hanya sampai pertengahan maka Kalaki yang meninggal dan jika turun ke tanah maka ibunya yang akan meninggal. Kalaki melanjutkan sampai puncak dan memetik buah kelapa. Setiba di rumah, dia menemukan bapaknya sehat sehat saja. ” Rato berbohong.” Kata La Kalaki.

Kalaki membalas ketika Rato dan Mboda berlayar Kalaki berteriak jika terus berlayar ke tengah perahu akan tenggelam.Jika ke tepi perahu akan pecah. Rato dan Mboda hendak menepi dan perahu pun pecah. Mereka berenang dengan papan hingga ke tepi.Kisah ini cukup panjang..Rato membuat perintah kepada La Kalaki dengan perintah yang tak masuk akal. Misalnya disuruh membuat perahu besar dengan papan kecil, dibalas oleh Kalaki agar Rato membuat gergaji dari jarum.Rato memerintahkan Kalaki membuat perahu dari batu, dibalas oleh Kalaki agar Rato juga membuat jangkar dari pasir.

Rato marah dan menghina La Kalaki. ” Ra aja ba ama ra ina mu ndawi jangka kai sarae?” ( Diajar sama ayah ibumu membuat jangkar dari pasir).
Kalaki menantang ” Ra aja ba Ina ra Ama mu ndawi lopi kai wadu?”( Diajar sama ayah ibumu membuat perahu dengan batu?). Rato murka, lalu diperintahkan masyarakat untuk mengumpulkan kayu bakar. La Kalaki diputuskan untuk dibakar hidup hidup. Karena hari sudah malam, pembakaran La Kalaki ditunda keesokan harinya. La Kalaki diiikat di bawah pohon asam di sekitar pantai itu.

Malam hari, seroang anak raja lewat dan bertanya kepada Kalaki kenapa terikat sendirian. La Kalaki menjawab bahwa dia hanya ingin menyendiri di situ karena ingin meminang puteri Rato yang cantik jelita. Syaratnya harus menyendir di bawah pohon itu. Anak Raja tertarik dan membujuk La Kalaki untuk mengenakan pakaian kebesarannya dengan Cori-Cori( keris bersepuh emas) dan Sambolo Songke(destar songket) yang dikenakannya..Mereka akhirnya sepakat .La Kalaki mengenakan atribut anak raja dan sebaliknya anak raja itu diikat di bawah pohon asam menggantikan La Kalaki.

Keesokan harinya anak raja itu dibakar meskipun dia berteriak bahwa dia anak raja. Rato tidak mau peduli..Beberapa hari kemudian Mboda menemukan La Kalaki memakai pakaian anak raja berjalan di pasar Bima. Mboda melaporkan kepada Rato. Ternyata benar yang dibakar itu adalah anak Raja. Akhirnya Rato merasa bersalah dan membakar dirinya di pantai itu.

Hikmah dari peristiwa ini bahwa kita tidak boleh congkak dengan kekuasaan yang dimiliki apalagi mengancam dan membuat perintah yang tidak masuk akal. Kecerdikan La Kalaki adalah bentuk protes dan kritik rakyat atas kecongkakan pemimpin.